REVIEW PS Barito Putera 2-1 Mitra Kukar: Saat Jafri Terbawa Arus Angin

Satu langkah mematikan Mitra Kukar | PHOTO: Twitter / @Liga1Match
24

Kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia tahun ini, Liga 1, akhirnya dimulai dengan laga PS Barito Putera melawan Mitra Kukar, Sabtu, 15 April 2017. Tampil sebagai pemanasan sebelum Persib Bandung bentrok dengan Arema FC, kedua tim bermain hati-hati.

Barito Putera selaku tuan rumah mengandalkan kapten, Rizky Pora, untuk membangun serangan, sementara Mitra Kukar bertumpu pada kreativitas Zulham Zamrun. Dua sosok yang sudah merasakan kompetisi internasional dengan kostum merah putih itu menjadi tumpuan masing-masing pelatih mendobrak pertahanan lawan.

Mengawali pertandingan dengan sempurna, Mitra Kukar berhasil unggul berkat upaya Septian David Maulana yang menyambut bola kiriman Oh In Kyun dari sisi kiri di tiang dekat gawang Shahar Ginanjar. Belum 15 menit, Mitra Kukar sudah unggul 0-1.

Namun, berkat gol yang didasari oleh kegagalan dua bek tengah Barito Putera, Hansamu Yama, dan Aaron Evans menutup ruang arah datangnya bola, tim tuan rumah kemudian bangkit. Seakan tersengat oleh gol dari Septian David.

Untung Gerry Mandagi yang menjaga gawang Mitra Kukar sukses menunjukkan kualitas permainannya dengan menghalau dua peluang Nazarlul Fahmi, dan Rizky Pora dalam waktu singkat.

Gerry kembali menunjukkan aksinya tiga menit sebelum turun minum, dan membuat Mitra Kukar unggul 1-0 di babak pertama.

Setelah mencetak gol pada menit ke-11, Mitra Kukar begitu tertekan, dan mereka hanya menambah satu peluang lewat tendangan melebar Septian David Maulana sebelum jeda.

Momentum kemudian dilanjutkan kubu tuan rumah di babak kedua, Rizky Pora kembali menjadi ancaman utama Mitra Kukar berkat kebebasan peran yang diberikan Jacksen F. Tiago kepada dirinya.

Peluang pertama Barito Putera di babak kedua didapat lewat penyerang tunggal mereka, Thiago Cunha, dua menit setelah peluit dibunyikan oleh wasit. Valentino Telaubun yang mengisi pos bek kiri ikut naik membantu serangan dan berhasil lepaskan umpan manis ke depan gawang Gerry Mandagi, sayangnya Thiago Cunha gagal menyambut bola meski sudah berdiri bebas di depan jala lawan.

Semenit berselang, Barito Putera kembali mendapat peluang untuk menyamakan skor lewat Nazarlul Fahmi, sayang pemain muda itu terlalu lama mengontrol bola sehingga ruang tembaknya berhasil ditutup lebih dulu.

Melihat bagaimana tuan rumah mulai mengatur jalannya pertandingan, Pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra, lebih memilih untuk menarik Andre Agustiar yang notabene seorang gelandang, dan memasukkan penyerang tambahan dalam diri Moniaga Bagus.

Jafri seakan ingin membiarkan permainan menjadi lebih terbuka meski sebelumnya di konfrensi pers sebelum pertandingan Ia mengatakan bahwa dirinya sadar akan reputasi Jacksen F. Thiago yang merupakan ahli taktik juara.

Alhasil, dominasi Barito Putera semakin menjadi, Mitra Kukar kehilangan pemain yang dapat mengangkut bola dan melakukan transisi serangan karena Zulham, Yogi, dan juga Septian David fokus membantu serangan di lini depan.

Tak lama kemudian, Jacksen menukar sosok pelari, Fahmi, dengan pemain yang lebih menggunakan otak ketimbang kaki dalam permainannya, Paolo Sitanggang. Kehadiran Paolo ini berhasil mengurangi beban Rizky Pora sebagai motor serangan tim, dan Barito Putera kian leluasa memainkan bola dari segala arah.

Dua menit berselang, Matias Cordoba membangun serangan dari sisi kanan pertahanan Mitra Kukar, dan berhasil melepas bola ke kaki Thiago Cunha yang langsung menyepak si kulit bundar ke gawang Gerry dari sudut sempit. Skor berubah menjadi 1-1.

Penderitaan Gerry belum berakhir sampai di situ, dengan dukungan Barito Mania, tuan rumah melancarkan serangan bertubi-tubi ke gawang mantan pemain Persiwa Wamena itu.

Thiago bahkan seperti kesurupan setelah mencetak gol penyeimbang, permainannya jadi lebih keras dari sebelumnya.

Dirinya berhasi sambut umpan Dedi Hartono dengan diving header pada menit ke-72 dan sekitar 180 detik kemudian, Ia kembali mengancam gawang Gerry setelah berhasil mengontrol bola dengan dada sebelum melepaskan tendangan keras di depan gawang. Sayang, bola tepat ke arah penjaga gawang.

Kewalahan menahan gempuran tuan rumah, fokus para pemain Barito Putera akhirnya buyar setelah mereka membiarkan bola liar bergelinding di dalam kotak penalti untuk disambut Dedi Hartono di tiang jauh gawang Gerry Mandagi.

Kurang dari 10 menit di lapangan, Dedi Hartono berhasilkan memberi dampak besar ke permainan Barito Putera, dan membuat reputasi pelatih, Jacksen F. Thiago, yang ditakuti Jafri Sastra menjadi kenyataan.

Barito Putera hampir menambah gol mereka di akhir-akhir pertandingan lewat Rizky Pora, tapi skor 2-1 tetap bertahan hingga akhir pertandingan.

C9fX9fJUMAAv_dJ
Statistik pertandingan | PHOTO: Layar TVOne

Pertandingan ini bak catur, sekali saja salah langkah bisa berakibat fatal, dan sejak Jafri Sastra menarik Andre Agustiar, kestabilan lini tengah mereka semakin kacau sehingga membuat Barito Putera leluasa menekan.

Usai pertandingan, Jacksen F. Tiago merasa bangga akan perjuangan anak-anak asuhnya mendobrak pertahanan Mitra Kukar terus-menerus. Sementara itu, Jafri Sastra mengaku sadar bahwa timnya longgar di babak kedua.

“Kami bermain baik di babak kedua, tapi kemudian longgar dalam organisasi dan juga komunikasi pada 45 menit berikutnya,” Kata pelatih 51 tahun itu seperti dilaporkan oleh Banjarmasin Post.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.