REVIEW Ajax Amsterdam vs Schalke 04: Seimbang Tapi Timpang

Davy Klaassen pengecualian Faehrmann | PHOTO: Twitter / @AFCAjax
22

Fase perempat final UEFA Europa League musim ini mempertemukan Ajax Amsterdam dengan Schalke 04 dengan laga pertama tersaji di Belanda, 14 April 2017.

Tim tamu bertandang ke Amsterdam Arena dengan rentetan hasil buruk di luar rumah mereka, lima laga tandang terakhir hanya menghasilkan satu kemenangan. Sementara Ajax menyapu bersih tiga laga terakhir mereka dengan hanya satu kali kalah di kandang selama Eredivisie musim ini.

Sial sejak awal.

Nasib sial hinggap di kubu Schalke sebelum pertandingan dimulai, Kolosinac yang telah disiapkan untuk masuk ke 11 pemain utama harus mengalami cedera, dan digantikan oleh Dennis Aogo di sisi kiri pertahanan tim tamu.

Aogo sendiri nampak kaku dan membutuhkan waktu hingga jelang akhir babak pertama untuk bisa mengikuti tempo permainan yang tersaji di lapangan, untung, saat itu Ajax tidak terlalu memanfaatkan sisi kanan dan lebih memilih maksimalkan Amin Younes di kiri penyerangan mereka.

Tanpa Nafas.

Sejak sepak mula atau kick-off  babak pertama, tempo tinggi telah tersaji di lapangan dengan Ajax Amsterdam mendominasi pertandingan. Berbagai peluang tercipta lewat Younes, Ziyech, dan Justin Kluivert, yang berdiri di belakang penyerang pinjaman milik Chelsea, Bertrand Traore.

Belum setengah jam pertandingan berlangsung, Amin Younes dijatuhkan dalam kotak terlarang, dan kapten Ajax, Davy Klaassen, yang naik ke titik putih tanpa ragu tuntaskan tugasnya membawa tuan rumah unggul 1-0.

Musim ini Klaassen sudah mencetak lima gol penalti, termasuk melawan FC Rostov, dan PAOK di kualifikasi UEFA Champions League. Meski juga sempat gagal membobol Vitesse dan Panathinaikos dari tempat yang sama, gelandang 24 tahun itu nampak percaya diri menghadapi Ralf Faehrmann.

Komentator Fox Sports yang membawakan pertandingan bahkan menyebut suporter Ajax sudah tahu bahwa bola akan masuk sebelum ditendang.

Unggul 1-0, Ajax kemudian terus menekan, bahkan mengunci Schalke di daerah sendiri. Peluang emas kemudian kembali muncul saat bek produktif Ajax, Davidson Sanchez, maju membantu penyerangan.

Ia berhasil menyambut sepak pojok Ziyech di tiang dekat, tapi sundulannya masih melebar, dan saat bola kembali dikirim ke kotak penalti , Sanchez kembali menanduk bola. Sayang, kali ini Faehrmann berhasil menghalau upanya sebelum bola membentur tiang gawang.

Skor 1-0 akhirnya bertahan hingga jeda, dengan total dominasi dari Ajax. Dalam 45 menit pertama, Schalke hanya bisa menciptakan peluang setengah matang melalui tendangan salto Howedes dari dalam kotak penalti. Upaya tersebut masih kurang kuat dan tepat mengarah ke Onana yang menjaga gawang Ajax.

The Ralf Faehrmann Show!

Dominasi Ajax kembali berlanjut di babak kedua, semua anak-anak asuh Peter Bosz yang diturunkan berhasil menunjukkan kualitas mereka. Pada menit ke-52, Klaassen bahkan berhasil mencetak gol keduanya di pertandingan setelah menyambut umpan Justin Kluivert.

Namun, meski membuat Schalke mati kutu, Ajax hanya dapat mencetak dua gol ke gawang wakil Jerman tersebut. Alasannya tak lain adalah Ralf Faehrmann di bawah mistar gawang Schalke.

Setelah berhasil gagalkan Sanchez di babak pertama, Faehrmann sukses menahan bola sepakan Bertrand Traore yang sudah berhadapan langsung dengan dirinya. Tak hanya sekali, tapi dua kali dalam jangka waktu lima menit.

Semenjak kegagalan itu, Traore terlihat kehilangan kepercayaan diri, bola yang diterima di dalam kotak penalti selalu gagal dimanfaatkan, dan perannya jadi lebih banyak untuk membuka ruang bagi lini kedua dibandingkan menyelsaikan serangan.

Tapi bukan hanya Traore yang berhasil dihentikan oleh Faehrmann, Amin Younes juga merasakan betapa sulitnya mendorong bola lewati sosok berusia 28 tahun itu setelah ruang geraknya ditutup saat sudah berada di depan gawang.

van de Beek juga sempat mencoba peruntungannya melawan Faehrmann, tapi sundulan gelandang muda Belanda itu hanya menemukan mistar gawang setelah jari dari penjaga gawang asli didikan Schalke sedikit merubah arah bola, sama seperti upaya Sanchez di babak pertama.

Dua menit kemudian, giliran Nick Viergever menanduk bola kiriman Ziyech dari sepak pojok, tapi hasil yang Ia terima sama saja dengan rekan-rekan satu timnya, selain Davy Klaassen.

Melihat performa Faehrmann, Schalke mulai bangkit, dan mencoba menyerang kubu tuan rumah dengan memasukkan Huntelaar dan Konoplyanka, sayangnya meski sudah beberapa kali mengancam gawang Onana di akhir-akhir babak kedua, Ajax Amsterdam tetap mengakhiri pertandingan dengan gawang perawan.

C9U2IP0U0AA7cbM
Statistik Ajax vs Schalke via GOAL LIVE

Skor 2-0 bertahan hingga akhir pertandingan, dan meski tertinggal dua gol, Schalke masih berpeluang untuk lolos ke semi-final jika mereka berhasil mematikan Ajax di Veltins-Arena, pada leg kedua yang akan tersaji 21 April 2017.

Usai pertandingan, nahkoda Ajax, Peter Bosz mengaku senang melihat permainan dominan dari anak-anak asuhnya, namun Ia menyayangkan kemenangan tersebut hanya memberi de Joden keunggulan dua gol.

Sementara Manajer Schalke, Markus Weinzierl, bersyukur dengan keberadaan Ralf Faehrmann, dan berjanji akan meningkatkan daya juang dan cara bermain timnya di pertemuan kedua mendatang.

Pada pertandingan lain dini hari tadi, laga antara RSC Anderlecht dan Manchester United jadi satu-satunya yang berakhir imbang, sementara Olympique Lyon sukses memutar keadaan melawan Besiktas dan menang 2-1 di kandang.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.