PREVIEW Segunda Division: Asturian Derbi

KICKOFF: 09/09/17

Setelah 14 tahun kedua tim kembali bertemu | PHOTO: Twitter / @Nordes1979
109

Pekan pertama kompetisi Eropa seusai jeda internasional menyajikan banyak laga menarik. Mulai dari Liverpool melawan Manchester City di Premier League. Hingga rivalitas antara dua klub terbesar di Kota Barcelona. Tetapi satu laga yang menjadi perhatian kami Sabtu (09/09), datang dari divisi dua Spanyol. Sporting Gijon lawan Real Oviedo di El Molinon, 23.00 WIB.

Laga yang dikenal Asturian Derby ini akan kembali terselenggara setelah 14 tahun kedua tim tak bertemu. Real Oviedo, dan Sporting Gijon mungkin bukan klub yang konsisten mewarnai La Liga, tapi lebih dari satu dekade mereka memiliki jarak antara satu sama lain.

Saat Sporting berhasil menjadi salah satu klub tetap La Liga, bahkan bermain di UEFA Cup pada akhir 70-an, Real Oviedo ada di divisi dua. Bahkan saat Sporting Gijon sudah turun ke Segunda, Real Oviedo bermain di divisi tiga. Terakhir kali keduanya bertemu di divisi tertinggi sepak bola Spanyol, pertandingan itu terjadi 20 tahun yang lalu. Dengan Real Oviedo memenangkan kedua pertemuan di musim 1997/98.

Pertandingan terakhir mereka, di Segunda Division juga dimenangkan oleh Oviedo. Real Oviedo memang punya rekor yang lebih baik di Asturian Derby dengan 62 kemenangan. Unggul cukup jauh dari Sporting Gijon dengan 48 kemenangan. Tapi, pamor Sporting Gijon sebenarnya ada di atas Oviedo.

Real Sporting de Gijon lebih sering bermain di La Liga (42:38), dan enam kali mewarnai kancah Eropa di UEFA Cup. Sementara Real Oviedo hanya satu kali berhasil menembus zona Eropa pada 1991/92. Sporting Gijon juga lebih memiliki banyak nama tenar yang bisa dibanggakan. Mulai dari David Villa, Luis Enrique, dan Quini adalah mantan pemain Sporting Gijon. Namun kini pamor itu turun meski ada beberapa nama bertalenta seperti Jony, dan Nacho Cases dalam beberapa tahun terakhir.

Klub Milik Dunia

Turunnya pamor Sporting Gijon tak lepas dari pengaruh Real Oviedo. Klub yang memperkenalkan Michu ke publik sepak bola dunia ini berhasil merebut hati penikmat sepak bola melalui kisah mereka. Sebuah tim kecil asal Spanyol yang kini dimiliki oleh orang dari seluruh dunia.

Cerita Real Oviedo selamat dari pembubaran setelah saham mereka dibeli oleh para penikmat sepak bola jadi hal mengharukan tersendiri. Lewat kasus ini terlihat betul bagaimana sepak bola bisa menyatukan dunia. Hal serupa bahkan diikuti oleh Racing Santander saat mereka mengalami krisis ekonomi.

Berawal dari cerita memikat itulah Sporting Gijon mulai dianggap sebagai klub nomor dua di Asturias. Publik mulai lebih tertarik dengan Michu, Abel Hernandez, Stan Collymore, dan Janko Jankovic. Menunggu kapan mereka bisa melihat klub pemersatu dunia ini bisa kembali ke La Liga. Padahal, klub yang lebih berprestasi berada di depan mata mereka, Sporting Gijon.

Rumornya, saat Sporting Gijon mengalami krisis ekonomi, petinggi klub bertemu dengan direksi Real Oviedo untuk melakukan merger. Mengubah nama klub mereka jadi Real Asturias, tapi hal itu tak pernah mencapai kesepakatan. Kini, krisis ekonomi menjadi senjata Oviedo menaikkan pamor mereka di dunia sepak bola.

Pematangan Talenta Muda

Meskipun pamor Sporting Gijon kini bisa dikatakan kalah dari rival mereka, ada hal yang masih bisa jadi nilai jual pemilik seragam merah-putih ini. Mereka dikenal sebagai tim yang handal untuk mengasah kemampuan pemain muda. Villa, Enrique, Quini, semua bermain untuk Sporting sebelum akhirnya masuk radar FC Barcelona. Nama seperti Botia, dan Jony yang merupakan akademi Barcelona juga menemukan penampilan terbaik mereka di El Molinon.

Nacho Cases, Luis Hernandez, dan Alen Halilovic juga merasakan hal yang sama seperti nama-nama di atas. Hal ini tidak dirasakan jebolan Real Oviedo. Michu bersinar bersama Swansea, dan Juan Mata mencuri hati publik Spanyol bersama Valencia. Sementara Jony, dan Jorge Mere tampil impresif setelah membelot ke tim rival, Sporting Gijon.

Saat Real Oviedo berusaha mengembalikan karir Michu, Sporting Gijon terus melakukan regenerasi dengan Isma Lopez, Roberto Canella, dan Carlos Castro. Nama Castro bahkan sempat didapuk sebagai penerus dari David Villa, meski hingga kini belum memenuhi ekspektasi.

Saling Memuji

Malam ini kedua tim kembali bertemu setelah 14 tahun. Tapi tidak banyak yang berubah dari kedua tim selain pamor mereka. Sporting Gijon tetap memaksimalkan pemain muda, atau mereka yang terbuang seperti Barba dari Empoli. Sementara Real Oviedo memperdalam pengalaman di skuad mereka dengan Mariga, Fabbrini, dan Juan Forlin.

Kedua manajer juga tak sungkan untuk melempar pujian ke satu sama lain. Juan Antonio Aquela bahkan berani menyebut Sporting Gijon lebih baik dibandingkan Real Oviedo. “Kami harus berusaha dua kali lebih keras lawan tim yang secara teori lebih baik. Persiapan kami sudah cukup, mungkin memang Oviedo tidak menghamburkan uang di bursa transfer. Tapi ada hal lain yang mempengaruhi tim. Saya tahu anak-anak adalah kumpulan pemain kompetitif,” Kata Aquela kepada La Vanguardia. Aquela meminta para pemainnya untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi menjalani laga derby.

Sementara Paco Herrera yang menangani Sporting Gijon menyebut Oviedo sebagai tim hebat. “Oviedo adalah tim hebat, kami benar-benar harus siap menghadapi mereka. Berani menyerang, tenang memainkan bola, dan penuh inisiatif,” Kata Paco seperti dikutip La Voz.

Adu Produkitivitas

Sejauh ini Sporting Gijon belum terkalahkan dengan dua menang, dan satu seri. Mereka duduk di posisi dua klasemen dengan tujuh poin. Penyerang 24 tahun asal Uruguay, Michael Santos juga selalu mencetak gol pada dua pertandingan liga terakhir mereka.

Sementara Oviedo baru mencatatkan satu kemenangan di laga. Akan tetapi, penampilan mereka sejauh ini tak bisa dikatakan buruk. Pada laga perdana, Real Oviedo hanya kalah tipis 2-3 dari Rayo Vallecano. Lalu mereka berhasil imbangi Almeria, sebelum membantai salah satu tim kejutan musim lalu, Reus 3-0.

Mencetak enam gol dari tiga pertandingan menjadikan Real Oviedo, dan Sporting Gijon klub paling tajam di Segunda sejauh ini. Masalahnya, bisakah Real Oviedo membuktikan bahwa superioritas mereka di lapangan? Oviedo mungkin lebih terkenal dengan kisahnya yeng mengharukan, tapi di atas lapangan, Sporting Gijon belum pernah kebobolan di Segunda Division 2017/18. Tentu ini tantangan berat bagi ‘The People’s Club‘!

Prediksi: 1-2

You might also like More from author

1 Comment

Leave A Reply

Your email address will not be published.