PRA-MUSIM: Sriwijaya FC

Taburan Bintang di Tanah Palembang!

Rahmad Darmawan tidak dituntut kesuksesan instan | PHOTO: Youtube / KHK Corner
490

Menjadi sorotan utama selepas Liga 1 2017, Sriwijaya FC menjadi salah satu jika bukan klub yang persiapannya paling mencolok untuk kompetisi musim ini. Mereka menunjuk Pelatih berpengalaman, Rahmad Darmawan jadi nahkoda tim. Kemudian mendatangkan beberapa pemain asing yang memiliki catatan cukup mengkilap selama bursa transfer dibuka.

Mulai dari Pemain terbaik AFC tahun lalu, Manuchehr Dzalilov, dua pemain berpengalaman di kompetisi sepak bola Indonesia, Makan Konate, dan Esteban Vizcarra. Serta bek Mali, Mamadou N’Diaye untuk menambah amunisi pemain asing Laskar Wong Kito yang sudah diisi Alberto ‘Beto’ Goncalves, dan Yu Hyun-Koo.

Pada awal bulan ini, enam pemain asing tersebut sudah diumumkan masuk ke dalam 27 pemain yang akan jadi bagian dari tim Sriwijaya FC di Liga 1 2018. Meskipun hal ini melebihi kuota pemain asing yang diterapkan untuk kompetisi musim ini, pihak Sriwijaya FC tetap optimis semuanya dapat menjadi anak asuh Rahmad Darmawan di kampanye Liga 1 2018.

Bedasarkan hasil kongres Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) awal tahun ini, Liga 1 2018 memberi slot untuk empat pemain asing. Dengan catatan, tak ada lagi pemain berstatus marquee, atas memiliki gaji di luar batas ketentuan, dan satu di antara mereka wajib memiliki paspor dari negara yang merupakan anggota AFC. Untuk saat ini semua pemain di atas masih berstatus legiun asing. Namun, Beto, dan Esteban Vizcarra sedang diusahakan jadi warga negara Indonesia, mengingat keduanya memiliki istri dari dalam negeri.

Sayangnya, meski wacana naturalisasi tersebut sudah dicanangkan sejak tahun lalu, hingga saat ini Vizcarra ataupun Beto belum memiliki paspor Indonesia. “Semua masih jalan perlahan, tapi lancar. Dokumen mereka sudah ada di pihak imigrasi, tapi prosesnya cukup banyak. Kami terus memantau, dan mengurusnya,” Aku Ahmad Haris, Sekretaris Sriwijaya FC.

Sambil menyelam minum air, pihak manajemen Sriwijaya juga duduk diam menunggu naturalisasi mendapatkan lampu hijau. Mereka terus memperkokoh fondasi tim dengan memberikan kontrak dua tahun untuk semua pemain yang ada. Serta terus memantau nama-nama lain untuk didaratkan.

“Pelapis kami juga harus sepadan. Untuk saat ini tidak ada pemain yang ditunggu lagi. Akan tetapi nanti kita lihat keputusan dari manajemen,” Kata Rahmad Darmawan kepada JPNN. Kedalaman kualitas yang dimiliki Sriwijaya FC membuat beberapa media di Indonesia seperti Jawa Pos, Radar, dan JPNN menyandingkan tim asuhan mantan pelatih Persija Jakarta itu dengan Real Madrid yang dijuluki Los Galacticos.

Mematangkan Komunikasi Tim

Akan tetapi, Los Galacticos bisa dikatakan sebagai contoh terbaik yang diberikan kepada Sriwijaya FC. Menegok ke Benua Biru, musim ini AC Milan juga berusaha mengumpulkan pemain-pemain bintang. Namun, sejauh ini hasilnya belum sesuai harapan.

Seakan sadar akan hal itu, Rahmad Darmawan lebih fokus untuk mematangkan komunikasi antar pemain terlebih dahulu. “Dzhalilov, dan Beto belum padu di lini depan. Pada Piala Presiden, saya akan coba dua tim. Ini sebagai pemanasan jelang Liga 1,” Ungkapnya ke Kompas.

Pihak manajemen juga sepaham dengan Sang Pelatih. Kontrak dua tahun yang diberikan kepada setiap pemain itu ditujukan agar Sriwijaya FC tidak perlu banyak bongkar-pasang di kemudian hari. “Dengan begini, tim akan menjadi lebih kuat. Sinkron satu sama lain, sehingga jika bermain di AFC Cup tidak perlu banyak perubahan,” Jelas Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Alex.

Mereka juga tidak mematok target tinggi pada Piala Presiden 2018. Dodi merasa timnya belum akan dapat masuk ke empat besar di turnamen pra-musim tahun ini. Ia lebih mengunggulkan Persib Bandung, Bali United, Bhayangkara FC, dan Persipura Jayapura.

Rahmad Darmawan juga hanya menganggap Piala Presiden sebagai uji coba untuk tim yang baru ia asuh kembali setelah pergi delapan tahun lalu. “Kami terus mencoba semaksimal mungkin. Memang untuk saat ini belum yang terbaik. Jadi tidak ada target, kami hanya ingin tampil bagus. Semoga setelah ini, anak-anak tak lagi kesulitan,” Ungkap pelatih berusia 51 tahun seperti dilansir Bolalob.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.