PRA-MUSIM: PSMS Medan

Bukan Pembuktian Djanur Seorang!

Djanur menjadikan Piala Presiden sebagai panggung pembuktian | PHOTO: BreakingNews
468

 

Tim berjuluk Ayam Kinantan bukanlah nama asing di dunia sepak bola Indonesia. Mereka merupakan salah satu tim terbaik di daratan Indonesia semasa era perserikatan. Bahkan ketika sudah memasuki periode Liga Super, nama PSMS Medan tidak pudar begitu saja. Memperkenalkan pemain-pemain ternama seperti Legimin Raharjo, Saktiawan Sinaga, Mahyadi, Pangabean, hingga Markus Horison -kini Haris Maulana-.

Sempat menempati peringkat dua liga pada 2007, dan mewakili Indonesia di kompetisi antar klub Asia, AFC Cup 2009. PSMS Medan merupakan klub klasik yang kembali ke kancah sepak bola tertinggi Indonesia setelah tidak terlihat selama sembilan tahun.

Promosi ke divisi tertinggi yang kini dikenal sebagai Liga 1, PSMS Medan serius untuk membangun kekuatan tim mereka. Tim asal Sumatera Utara itu bahkan dilaporkan telah menghabiskan setidaknya 10 miliar Rupiah untuk kontrak pemain mereka musim ini.

Mendatangkan beberapa pemain berpengalaman seperti mantan gelandang Persija, Amarzukih, bek senior, Muhammad Robby, dan penjaga gawang Bhayangkara FC, Ruli Desrian, tim asuhan Djadjang Nurdjaman ini dipenuhi oleh pemain-pemain lokal yang siap membuktikan diri mereka.

Ditambah dua tenaga asing, Reinaldo Lobo, dan Sadney Urikhob, PSMS Medan perlahan membentuk tim terbaik mereka untuk Liga 1 2018. Saat memperkenalkan kedua pemain asing tersebut, CEO PSMS Dody Taher juga menjanjikan penambahan warga negara asing di dalam tim Ayam Kinantan.

“Kami masih mencari dua lagi, nanti menyusul,” Kata Dody seperti dikutip JPNN.

Calon pemain asing yang dapat menyusul Urikhob, dan Lobo itupun akan dijajal Djadjang Nurdjaman saat Piala Presiden 2018. Mereka adalah pemain keturunan Indonesia yang berstatus warga negara Australia, Samuel Nainggolan, gelandang kelahiran Ghana, David Mawutor, dan penyerang Pantai Gading, Wilfried Kisito Yessoh.

Yessoh yang belum mendarat di Indonesia bahkan telah terdaftar di dalam skuad PSMS Medan untuk Piala Presiden 2018. Kepada Pandit Football, pelatih yang akrab disapa Djanur itu mengaku memasukkan nama Yessoh untuk mencoba kualitas pemain asing untuk Liga 1 2018.

“Jujur dia belum datang hingga saat ini. Mudah-mudahan akan segera mendarat, dia dijadwalkan untuk datang Rabu sore,” Buka Djanur. “Kami masih mencari pemain asing untuk memenuhi kuota 3+1. Tetapi sebenarnya skuad sudah terbentuk. Hanya belum lengkap,” Jelasnya.

Kehadiran Yessoh sejalan dengan keluhan Djanur semasa persiapan. Kepada ANTARA, ia mengaku masih melihat kelemahan di lini depan PSMS Medan saat ini. “Kelemahan saat ini adalah lini depan. Memang Sadney belum saya turunkan karena masih perlu mengembalikan kondisi fisiknya,” Kata mantan pelatih Persib itu usai laga uji coba melawan Gumarang FC yang berakhir imbang 1-1.

Menurut data Transfermarkt, musim lalu Yessoh terlibat dalam sembilan gol dalam 23 penampilannya di Liga Qatar untuk dua klub berbeda (Muaither SC & Al Ahli SC). Dirinya akan diuji untuk dapat menggantikan sosok Yongki Ariwibowo yang dianggap kurang memuaskan selama tes bersama tim Ayam Kinantan.

Datang Sebagai Underdog

Tergabung bersama Persib Bandung, PSM Makassar, dan Sriwijaya FC, Djadjang Nurdjaman merasa anak-anak asuhnya merupakan tim non unggulan di Piala Presiden 2018. Unggulkan Persib, dan Sriwijaya FC di grup, ia tetap ingin melihat permainan total dari tim asuhannya.

“Target pertama adalah lolos grup. Pada akhirnya masuk final, bahkan menjadi juara. Kami akan tampil tanpa beban berada di grup ini,” Kata Djanur kepada VIVA.

Djanur menjadi sorotan dalam Piala Presidn kali ini karena akan bertamu ke kandang Persib Bandung, mantan tim asuhannya. Tempat di mana ia aktif sebagai pemain, hingga meraih gelar juara liga 2014, dan Piala Presiden 2015. Namun akhirnya pergi setelah sempat mengalami polemik lisensi kepelatihan, dan menerima tekanan suporter yang kurang puas dengan kinerjanya.

Bagi Djanur, laga ini bukanlah ajang reuni. Melainkan ajang pembuktian bagi timnya yang ditargetkan ada di 10 besar Liga 1 2018. “Kami membentuk tim Piala Presiden untuk ajang persiapan menuju Liga 1,” Ungkap Djanur kepada Okezone (15/01/18).

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.