Optimisme, Pesimisme di Hari Ulang Tahun Barcelona

82

Indah benar hari ulang tahun FC Barcelona. Tepat pada tanggal 29 November waktu setempat, mereka menggasak Real Murcia dengan skor lima gol tanpa balas di Camp Nou. Lupakan jika menganggap pencetak golnya adalah Lionel Messi, Luis Suarez, Andres Iniesta atau Ivan Rakitic. Mereka ialah Paco Alcacer, Gerard Pique, Aleix Vidal, Denis Suarez dan Jose Arnaiz.

Kemenangan tersebut seakan memberikan jawaban tegas bahwa Barca mampu mengimbangi lawan walau tidak diperkuat Messi, Iniesta, Busquets (Sergio, bukan Oriol), Suarez dan Rakitic.Tapi ya lawannya Real Murcia, yang duduk di peringkat kelima klasemen Segunda B Division grup 4, alias kasta ketiga Liga Spanyol.

Apapun itu, dengan hasil tersebut Blaugrana dipastikan lolos ke babak 16 Copa del Rey karena unggul aggregate 8-0. Sebuah kado ulang tahun ke-189 yang cukup spesial mengingat angka 8 kerap diasosiasikan dengan sebuah harapan atas keberuntungan atau rezeki karena tidak memiliki ujung maupun awal. Di tengah-tengah polemik matinya ‘filosofi’ Barcelona dan hengkangnya Neymar. Tanya saja Ivan Rakitic.

“Kami sedikit memberikan sebuah pertunjukkan kala Neymar berada di sini. Mungkin kami sedikit kehilangan itu,” tutur pemain asal Kroasia itu seperti dikutip dari ESPN.

“Hal tersebut dibawa oleh Neymar sendiri. Saya memilih dia untuk tetap berada di sini. Jika saya memiliki tongkat ajaib, saya akan menyihir dia untuk tetap berada di samping saya.”

“Dengan perubahan sistem, segalanya sedikit berubah juga. Kami sekarang lebih seimbang, lebih solid, entah itu ketika menyerang atau bertahan. Tapi kami masih harus banyak berbenah diri.”

Beda Orang, Beda Racikan

Perubahan merupakan sesuatu yang pasti terjadi dalam hidup manusia. Tidak akan pernah ada yang abadi. Begitu pun dengan FC Barcelona.

Harus diakui jika Ernesto Valverde memberikan warna yang sedikit berbeda dalam permainan Barca. Tapi kehilangan Neymar pada awal musim seakan memberikan menghancurkan. Tidak semua, hanya sejumput saja. Tapi terasa vital. Seperti yang diakui Messi.

“Kepergian Neymar memberikan perubahan dalam cara kami bermain,” tutur mega bintang itu pada Marca.

“Kami kehilangan potensi penyerangan yang besar tapi dalam soal bertahan kami lebih baik.”

“Saat ini kami tim yang paling berkualitas di lini tengah, lebih seimbang dan itu membuat kami lebih kuat dalam urusan bertahan.”

Betul kah? Massimilano Allegri mengamini ucapan La Pulga.

“Barcelona musim ini lebih bermain praktis. Mereka bertahan lebih baik dibanding musim-musim sebelumnya,” ujar pelatih La Vecchia Signora itu, sesudah bermain imbang tanpa gol di Liga Champions kemarin.

Di lini depan pada musim-musim sebelumnya Luis Enrique menaruh Lionel Messi sedikit melebar, sehingga Luis Suarez mampu merangsek ke depan karena pemain asal Argentina dan Neymar bermain cutting inside. Hasilnya? 122 gol dan 66 assist di semua kompetisi pada musim 2014/15.

Namun kala Neymar hengkang, Valverde menaruh Messi sedikit ke belakang, lebih sebagai gelandang serang. Sialnya Suarez malah kerap bermain melebar sehingga di musim ini Ia baru mencetak lima gol di La Liga. Rasa frustasi publik Camp Nou pun sedikit menghangat, namun dalam taraf kewajaran (tidak dicemooh seperti yang terjadi pada Karim Benzema).

Akan tetapi logikanya adalah agar El Pistolero mampu memberikan kesulitan bagi lini belakang, apakah akan me-marking dirinya atau Messi yang suatu saat bisa menusuk ke depan. Taktik ini sejatinya pernah diterapkan juga kepada David Villa. Tapi pertanyaannya adalah apakah Suarez mampu beradaptasi seperti yang dilakukan Villa?

Satu hal yang terlihat sedikit berbeda adalah pressing ketat dari semua lini agar lawan kesulitan masuk ke hadapan Marc-Andre ter Stegen. Terbukti, Barca kini menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di Liga Spanyol, hanya lima butir. Di Liga Champions pun mereka hanya sekali kemasukan, yaitu kala bersua Olympiacos. Juventus yang menjadi jawara bertahan Serie A, terkesan mandul kala melakoni dua pertemuan kontra Azulgrana. Pertandingan melawan Valencia akhir pekan lalu menjadi bukti sahih kedua kesebelasan menerapkan pressing ketat sehingga memberikan tontonan yang menarik.

Sejak musim panas silam Barcelona berusaha keras untuk mendatangkan Philippe Coutinho demi menambal lini tengah. Andres Iniesta mengaku dirinya sudah tidak muda lagi, tapi di atas lapangan permainan dia masih sehebat seperti sebelumnya. Sedangkan Ivan Rakitic dirasa kian kewalahan meski Ia masih kerap dimainkan oleh Valverde.

Sedikit nafas di lini tengah muncul dari Paulinho, yang sebelumnya dipandang sebelah mata karena bermain di Liga Super Tiongkok dan tampil amburadul di musim kedua bersama Tottenham Hotspur. Namun di Camp Nou, pemain asal Brazil itu diyakini tampil seapik seperti musim pertamanya di The Lillywhites.

Problem di Luar Lapangan

Apik di atas lapangan hijau, tidak demikian di kantor. Para petinggi Barca sempat digoyang untuk mundur oleh Agusti Benedito yang menganggap buruknya kebijakan transfer pada musim panas silam, dengan hengkangnya Neymar. Bukan hanya itu, perpanjangan kontrak Andres Iniesta pun sempat tertunda.

Satu masalah yang belum ditemukan solusinya adalah perpanjangan kontrak Messi. Padahal Barcelona sempat mengumumkan adanya kesepakatan perpanjangan kontrak pada awal Juli dan Ia akan habis kontrak pada tahun depan. Tapi sampai saat ini, belum ada satu pun surat yang ditandatangani.

Seakan berpacu dengan waktu, nyatanya Josep Maria Bartomeu terkesan adem ayem. Ia pernah mengaku bahwa Jorge Messi selaku ayah dan agennya Messi, telah menandatangani kesepakatan kontrak. Tapi kontrak pemain ditandatangani oleh yang bersangkutan agar kuat secara hukum, bukan pihak ketiga.

Peluang Juara

Masih terlalu awal untuk menyebut Barcelona layak sebagai jawara di Liga Spanyol, atau di Liga Champions. El Barca belum bersua Real Madrid dan bulan-bulan sibuk selepas libur musim dingin.

Meski jawara bertahan kini duduk di posisi keempat dengan selisih delapan poin, namun Barca harus waspada dengan Valencia yang hanya terpaut empat poin. Di atas kertas mungkin Los Che kurang segemilang Barcelona, tapi di atas lapangan skuat racikan Marcelino Garcia Toral itu mampu menahan imbang Barca dan juga Real Madrid di Santiago Bernabeu.

Yang pasti di hari ulang tahun ke-189 Barcelona ini menawarkan sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang unik dan di luar kebiasaan, dengan penerapan double pivot serta Messi yang kian berperan di tengah.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.