Neymar Sebagai Bencana Investasi PSG

Karya: Ramadhan Surjoharso

Neymar datang, PSG makan korban | PHOTO: Hasagi.gg
224

Awalnya menanggapi rumor bak kabar buruk, publik sepak bola dunia tercengang waktu Paris Saint-Germain mendaratkan Neymar Jr. Bukan saja bintang Brazil itu pergi dari FC Barcelona, tapi juga karena harganya! 220 Juta Euro harus dikeluarkan untuk penerus Pele tersebut untuk menebus klausul pelepasannya sebelum pindah ke PSG. Jika bisa mengeluarkan delapan juta lagi, dirinya dapat memegang 80% saham Southampton seperti Jisheng, dan Nelly Gao.

Namun seperti kata Paman Ben, “With great power comes great responsibility”. Dengan kehadiran Neymar, pihak manajemen meminta Unai Emery bisa membuat PSG tampil lebih impresif di UEFA Champions League. Kemampuan mereka di Ligue 1 sudah tidak perlu diragukan lagi. PSG menjuarai liga Perancis empat musim beruntun sebelum AS Monaco memecah dominasi tersebut pada 2016/17. Tapi di Champions League, PSG belum pernah mencapai partai puncak dengan dana tanpa batas yang mereka miliki.

Untungnya, beban Neymar dan kawan-kawan tidak seberat apa yang terjadi di balik layar PSG. Saat ini mereka sedang dalam investigasi UEFA, bahkan Badan Liga Spanyol (LFP) meminta federasi sepak bola benua biru untuk memperpanjang pemeriksaan.

Asal-usul dana kepindahan Neymar memang masih tanda tanya. Menurut peraturan di liga Spanyol, klausul pelepasan dibayarkan oleh pemain dan bukan klub peminat. Tapi biasanya dana itu memang digantikan pihak klub ke pemain yang terlibat. Sementara untuk Neymar, ada rumor bahwa Qatar mendanai kepindahan tersebut.
Rumornya, Neymar diminta untuk membayar klausul pelepasannya dengan bayaran menjadi duta Piala Dunia 2022 Qatar. Dari pekerjaan ini, Neymar dijanjikan uang lebih besar dari klausul pelepasannya tersebut.

Dana dari Qatar membuat PSG tidak terlibat dalam transfer Neymar, dan tetap bisa mematuhi Financial Fair Play yang diatur UEFA. Tapi bukan berarti klub asal Paris itu tidak harus bertanggung jawab.

PSG Dan Harapan Terhadap eSports
http://img.lemde.fr/2016/10/27/0/0/1730/1153/534/0/60/0/36287f9_9481-ejkjhb.tz3i5asjor.jpg
Kim Bora dipercaya PSG | PHOTO: Le Monde

PSG bukan hanya memiliki klub olahraga konvensional. Mereka juga terjun mewarnai dunia eSports atau olahraga elektronik. Tidak main-main, setelah diperkenalkan ke publik pada Desember tahun lalu, divisi eSports PSG langsung menggaet legenda eSports, Bora Kim. Bora ‘YellowStar’ Kim adalah pemain League of Legends profesional asal Perancis yang besar bersama Fnatic. Sebagian besar karirnya dihabiskan mengisi posisi support Fnatic sebelum membela MidSolo di Amerika Serikat.

Berbekal popularitas, dan jam terbang, Bora Kim diberi tugas untuk menuntun tim eSports PSG. Setidaknya untuk bersaing dengan tim-tim terbaik di Eropa. Turnamen League of Legends EU Challenger Series Spring Split 2017 jadi ujian pertamanya.

PSG mengakuisisi Team Huma di November 2016, dan memberikan kontrak kepada pemain-pemain mereka. Na ‘Pilot’ Wong-Hyun, Jin ‘Blanc’ Sung-Min, Thomas ‘Kirei’ Yuen, Etienne ‘Steve’ Michels, dan Hampus ‘sprattel’ Abrahamsson dari Huma otomatis mengisi susunan PSG eSports. Nama-nama ini bukanlah pemain utama Huma.

Tim itu [Huma] sebenarnya gagal bersaing di League Championship Series. Tapi ketika mereka degradasi, dan melepas semua pemain utamanya, PSG datang. Akhirnya para pemain cadangan dipromosikan ke tim utama. Cadangan bukan berarti payah. ‘Pilot’, dan ‘Blanc’ merupakan pemain berpengalaman di dunia eSports. Matti ‘WhiteKnight’ Sormunen yang merupakan salah satu produk terbaik eSports Eropa juga direkrut PSG untuk memperkuat tim.

Sayangnya, Bora Kim gagal membawa timnya juara setelah kalah di fase play-offs dari Fnatic Academy. PSG kemudian kembali menambah amunisi mereka dengan mengontrak mantan pemain Galatasaray, Lewis ‘Noxiak’ Felix untuk turnamen musim panas. Kali ini, eSports PSG gagal lolos fase grup karena kalah dari Schalke 04.

PSG bukan hanya mendatangkan pemain berpengalaman dan tenar. Mereka juga sukses menggaet sponsor kelas satu seperti Nike, Microsoft, PMU.fr, dan Asus sebagai sponsor. Kedatangan produk-produk ternama itu tentu semakin mendongkrak eksistensi PSG pada dunia eSports.

Investasi PSG Yang Runyam
https://lol.gamepedia.com/media/lol.gamepedia.com/thumb/b/bb/PSG_EUCS2017_Summer.jpg/400px-PSG_EUCS2017_Summer.jpg?version=977e7521ab84a17ca0cef098e46719ec
eSports PSG | PHOTO: Gamepedia

Like father, like son. Selain tim sepak bola yang bertabur pemain bintang, PSG eSports juga dikenal memiliki sejumlah pemain dan pengurus dengan kualitas di atas rata-rata. Apalagi kemampuan finansial mereka mampu melewati tim-tim yang terlebih dahulu berkutat di League Of Legends. Sebut saja SoloMid dan Counter Logic Gaming dari Amerika Serikat, atau Fnatic asal Eropa. Tiga tim tersebut sudah mewarnai turnamen League of Legends dunia sejak 2010.

Alih-alih ingin segera mengguncang dunia eSports dana yang fantastis, PSG eSports gagal untuk menembus kompetisi tertinggi League Of Legends Eropa. Tiket untuk bertarung di European League Championship Series mereka dipupuskan oleh Fnatic Academy musim semi lalu.

Hal tersebut memaksa manajemen PSG eSports untuk merombak skuad mereka dengan mendatangkan Tomáš ‘Nardeus’ Maršálek dan Johan ‘Klaj’ Olsson. Keduanya datang menggantikan ‘Pilot’ dan ‘sprattel’ secara bersamaan. Namun apa daya, meskipun mengganti susunan skuad, prestasi mereka menurun dengan duduk di peringkat enam grup.

PSG Alami Masalah Ekonomi?
https://farm3.static.flickr.com/2829/33640619176_99b56b2c42_b.jpg
Ada yang gajinya ditunggak | PHOTO: Fiveprime

Setelah gagal dalam paruh kedua musim, PSG eSports rupanya tidak mampu berbuat banyak dalam mempertahankan skuad mereka. ‘Steve’ memutuskan untuk hengkang setelah kontraknya tidak diperpanjang tiga bulan lalu. Bora Kim, dan ‘Klaj’ juga harus merasakan imbas dari tekanan PSG.

Awalnya ‘Klaj’ diharapkan bisa menjadi sosok sentral di PSG. Bora Kim percaya bahwa pemain bernama Johan Olsson itu bisa memenuhi ekspektasi dan setia pada tim.

“Klaj adalah pemain dengan komitmen, dan kinerja yang baik. Saya yakin Ia mampu memenuhi ekspektasi yang diharapkan,” Kata Bora Kim kepada Sling Shot eSports. “Saya rasa ini adalah awal yang baik. Ia [Klaj] sudah memberikan seluruh kemampuan dan hatinya untuk organisasi ini,” Lanjutnya.

Namun, nasib berkata lain. Tugas YellowStar dan Klaj semakin berat karena ‘WhiteKnight’ pergi meninggalkan mereka pada 4 Agustus 2017. Satu hari setelah Neymar datang ke Parc de Princes. Kemudian ‘Kirei’ dan ‘Noxiak’ juga hengkang dari PSG setelah bursa transfer musim panas sepak bola ditutup. Bahkan PSG akhirnya memilih untuk memotong pendanaan departemen eSports!

Hal ini ditandai dengan kontrak baru Bora Kim yang hanya berjumlah 3.500 Euro per bulan dengan durasi hingga 2019. Padahal sebelumnya sosok berjuluk ‘YellowStar’ itu memiliki kontrak sebesar 8.000 Euro per bulan dengan hingga 2020.

Konon hal ini pula yang membuat ‘Kirei’, dan ‘Noxiak’ hengkang dari PSG. Keduanya sempat memiliki masalah dengan PSG eSports karena gajinya ditunggak hingga dua bulan. Kini, PSG eSports yang sebelumnya meracik tim mereka dengan royal memiliki dana minim. Mereka kehilangan pemain inti, dan mulai diragukan bisa bersaing pada dunia olahraga elektronik.

Terlalu Tepat Waktu

Kurang dari satu bulan setelah Neymar mendarat di Paris, PSG eSports mulai diselimuti masalah. ‘Noxiak’, dan ‘Kirei’ yang gajinya ditunggak bahkan mendapat pemecatan sepihak. Hal ini akhirnya mengundang tanya di dunia League of Legends Eropa. Apakah alokasi dana mereka dipotong sedemikian rupa untuk menutupi gaji Neymar ? Masalahnya, terlalu tepat waktu untuk jadi sebuah kebetulan.

Pemangkasan yang dilakukan PSG tidaklah kecil. Mereka berhasil menyimpan 25.000 Euro per bulan dari keputusan ini. Kini mereka pasif dalam pencarian pemain untuk menggantikan ‘Kirei’, dan ‘Noxiak’. Padahal sebelumnya PSG eSports dikenal agresif dalam bongkar-pasang pemain utama mereka. Tapi semua berubah ketika Neymar menyerang.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.