Menunggu Para Penambang Mendulang Emas

Saatnya The Miners bangkit! | PHOTO: UEFA
138

Jika kita membicarakan sepak bola Jerman, hanya satu, mungkin dua yang tersirat di pikiran, Bayern Muenchen, serta Borussia Dortmund. Kedua klub itu terus bersaing di papan atas 1.Bundesliga, dengan Bayern masih tetap menjadi unggulan utama. Setelah sempat dirusak Werder Bremen, Stuttgart, dan Dortmund, Bayern kini kembali mendominasi 1.Bundesliga. Menjuarai lima musim terakhir membuat mereka telah memiliki 27 gelar liga tertinggi Jerman hingga saat ini.

Dominasi Bayern membuat 1.Bundesliga sering kali dianggap membosankan, meski sebenarnya hampir semua liga top di Eropa memiliki sosok yang dominan. Khusus untuk 1.Bundesliga, Bayern Muenchen seakan tak dapat dibendung. Mulai dari kekuatan ekonomi, hingga popularitas mereka, jauh di atas klub lainnya. Namun, 2016/17 memberikan sesuatu yang berbeda. Kemunculan RB Leipzig sebagai klub yang didanai oleh raksasa minuman energi dunia, Red Bull, mengancam dominasi Bayern. Sayang pada akhirnya mereka hanya mengakhiri musim sebagai runner-up. Pertanyaan klasik kemudian kembali relevan, siapa yang bisa mengakhiri dominasi Bayern?

Musim baru 1.Bundesliga akan dimulai hari ini (19/08), dan kita sepertinya tidak perlu menunggu lebih lama lagi untuk menemukan jawabannya. Schalke 04 menjadi kandidat terkuat untuk mengakhiri dominasi Bayern dalam lima musim terakhir. Menunjuk pelatih muda berusia 31 tahun, Domenico Tedesco, Schalke siap untuk kembali menjadi klub yang diperhitungkan di Jerman. Pengalaman Tedesco mungkin tidak seberapa, sebelum Schalke, Tedesco hanya melatih tim muda Stuttgart, dan Hoffenheim sebelum ditunjuk Erzgebirge Aue. Tetapi, andai ada hal yang bisa kita pelajari dari 1.Bundesliga, pelatih muda minim pengalaman tidak bisa dianggap remeh. Julian Nagelsmann contohnya.

https://www.liga-zwei.de/wp-content/uploads/2017/05/erzgebirge-aue-23-05-17-imago-picture-point-28420004h.jpg
Tedesco angkat dan selamatkan Aue | PHOTO: Liga-Zwei

Catatan Tedesco bersama Aue juga mengesankan. Ia berhasil mengangkat posisi tim yang sebelumnya berada di dasar klasemen 2.Bundesliga, jadi lima poin bersih dari zona merah. Bahkan jarak Aue dengan tim juru kunci, Karlsruher adalah 14 poin. Mengantungi 20 poin dari 33 yang tersisa di 11 laga terakhir, Tedesco selamatkan tim tersebut dengan enam kemenangan, termasuk melawan klub papan atas, 1.FC Union Berlin! Semua ia lakukan tanpa bursa transfer, dengan 30 orang pemain yang hanya merasakan empat kemenangan sebelum ketika dia pertama datang ke ruang ganti. Pemain-pemain itu berhasil disatukan oleh Tedesco, dan langsung merasakan tiga poin di laga debutnya melawan Karlsruher.

“Berada bersamanya merupakan tiket saya untuk masuk [ke dunia manajerial profesional],” Kata Tedesco pada Suedddeutsche, mengenang masa-masanya bersama Nagelsmann di Hoffenheim. Sueddeutsche menyebut Tedesco sebagai pelatih yang energik dan aktif membakar semangat pemainnya dari pinggir lapangan. Berbeda dengan Andre Breitenreiter yang disebut gelandang Schalke asal Ukraina, Konoplyanka sebagai pecundang.

“Breitenreiter adalah seorang pecundang, Schalke tidak akan lama menggunakan jasa dia karena jika dirinya terus dipertahankan klub ini akan turun ke 2.Bundesliga,” Kata Konoplyanka yang saat itu berstatus sebagai pemain pinjaman dari Sevilla. Saat Breitenreiter mengatakan bahwa Konoplyanka tak punya masa depan di Schalke, pemain satu itu kemudian membalas, “Kita lihat saja nanti, siapa yang akan bertahan!”. Konoplyanka akhirnya dipermanenkan dengan dana 12,5 juta Euro, sementara Breintenreiter pergi dari Veltins-Arena.

Respon Positif Howedes

Tedesco juga sebenarnya memiliki masalah dengan pemain penting Schalke. Dua hari setelah ditunjuk sebagai nahkoda klub, ia mencopot Benedikt Howedes sebagai kapten tim. Howedes saat itu mengaku kecewa, dan dia langsung dirumorkan akan reuni dengan Joel Matip di Anfield sebagai jawaban atas kegagalan Liverpool boyong Virgil van Dijk. Tapi nyatanya, Howedes tak berminat untuk pindah. “Pelatih memanggil saya dan mengatakan ia punya rencana baru. Saya tentu kecewa dengan keputusannya, tapi tetap menerimanya,” Tulis Howedes di akun Facebook miliknya mengatakan Schalke tengah memasuki era baru.

Tedesco mengatakan bahwa Howedes tidak butuh sebuah simbol untuk menunjukkan dirinya seorang pemimpin dalam tim. Howedes juga disebut akan banyak terlibat di sesi latihan. “Kami bukan tidak mempercayai Howedes, hanya ingin membagikan beban itu kepada yang lain. Ralf Fahrmann menjadi pilihan yang tepat,” Jelas Tedesco atas keputusannya. Setelah itu, Howedes meluangkan waktunya untuk menyuarakan pikirannya di Twitter. “Kini tim  telah membuat saya merasa bangga,” Tulisnya.

Tetap Merendah Meski Disokong Russia
https://image.stern.de/7335154/16x9-940-529/1c7298e83308c47d7aaf1c0ae530b897/sW/konolynanka-bentaleb-schalke.jpg
Konoplyanka & Bentaleb bertahan | PHOTO: Stern

Schalke merupakan klub pertama di luar Rusia  yang disokong perusahaan raksasa Negeri Beruang Merah. Kini sudah 10 tahun, Gazprom menjadi sponsor utama Schalke, bahkan ada nama Kepala Komite Manajemen serta Wakil Ketua Bindang Informasi dan Kominikasi perusahaan gas alam itu di jajaran direksi Schalke. Futbolgrad juga melaporkan bahwa Vladimir Putin sempat memberikan banyak uang kepada Schalke untuk tidak melepas Manuel Neuer.

Akan tetapi, meskipun mereka disokong oleh perusahaan Rusia yang pada dasarnya bergerak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), Schalke bukanlah Chelsea. Mereka tetap merendah, tidak berfoya-foya dengan uang tersebut. Musim ini, Tedesco baru mengeluarkan 14 juta Euro untuk empat pemain, dan mempertahankan Konoplyanka serta Nabil Bentaleb yang sebelumnya berstatus pinjaman. Belanja kurang dari 50 juta untuk enam pemain, Tedesco mempertahankan sebagian besar pemain Schalke musim lalu.

Ia tentu menjual beberapa pemain, tapi mereka dapat dikatakan sebagai para penjaga tua di Schalke. Huntelaar, Kolasinac, Dennis Aogo, dan Choupo-Moting dilepas. Tanda era baru Schalke dimulai. Hampir mirip dengan cara Claudio Ranieri ketika pertama datang ke Leicester City. The Tinkerman saat itu melepas Paul Konchesky, serta David Nugent yang merupakan senior di Leicester, dan mendatangkan delapan pemain dengan dana di bawah 30 juta Poundsterling. Dengan gaya main menyerang yang lugas, bukan tidak mungkin Tedesco akan membawa The Miners atau Para Penambang untuk mendulang emas di akhir musim. Sama seperti Ranieri, dan Leicester City dua musim lalu.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.