Masa Lalu dan Masa Depan Camp Nou

94

Stadion FC Barcelona, Camp Nou merayakan ulang tahunnya yang ke-60 pada 24 September lalu. Stadion tua tersebut menjadi bagian dari perjalanan sejarah klub asal Katalunya itu dengan kemenangan dan kekalahan, kegembiraan dan juga kekecewaan. Ia menjadi saksi bisu dari salah satu klub terbaik di Spanyol dan juga Eropa.

Camp Nou resmi dibuka pada 1957 dengan pertandingan persahabatan melawan skuat Warsawa XI. Di laga perdana yang menjadi pengganti Stadion Les Corts itu Barca sukses menang dengan skor akhir 4-2, di mana Eulogio Martinez menjadi pencetak gol pertama.

Peran Franco dan Kubala

Stadion berkapasitas 93,053 orang itu diresmikan oleh Francisco Miro yang kala itu menjabat sebagai presiden dan didesain oleh seorang arsitek bernama Francesc Mitjans, Josep Soteras dan Garcia Babon. Camp Nou dibangun sebagai jawaban atas kepopuleran Barcelona kala itu yang masih diperkuat oleh Laszlo Kubala. Seorang mega bintang di eranya.

Kepopuleran Kubala bisa dikatakan melebihi Lionel Messi, walau secara kemampuan individu tidak dapat dikatakan demikian. Bagaimana tidak, Kubala yang berasal dari Eropa Timur itu menjadi salah satu alat propaganda Jenderal Francisco Franco bahwa komunisme bukan ideologi yang cocok sampai-sampai Kubala pun memilih kabur dari Hungaria. Konon katanya, setiap anak yang berambut pirang di Kota Barcelona merupakan keturunan dari Kubala sebab Ia tidak bisa lepas dari wanita.

Akan tetapi pembangunan stadion mewah ini sempat mengalami kendala, di mana biaya pembangunannya membengkak lima kali dari rencana sebelumnya sehingga Barca kesulitan finansial. Demi memperlancar segala sesuatunya, Blaugrana terpaksa melepas Luis Suarez ke Inter Milan dengan mahar sebesar 25 juta pesetas, sebuah nilai yang teramat besar di eranya.

Selain itu kendala dalam penjualan Les Corts pun turut ambil bagian karena Dewan Kota Barcelona menolak membeli. Setelah melakukan lobi sana-sini, direksi berhasil mendekati Jenderal Franco untuk menekan Dewan Kota. Cara itu berhasil dan Franco kemudian dianugerahi medali emas. Sebuah sejarah yang coba dihapuskan oleh Barcelona karena menyangkut nama baik dan tidak ingin dihubung-hubungkan dengan kediktatoran sang jenderal.

Pembangunan Espai

Setelah beberapa kali rencana pemugaran ditolak, Barcelona akhirnya sepakat untuk membuat stadion baru. Namun lokasi yang diambil masih di area Camp Nou sehingga masih ada kedekatan emosional bagi para suporter. Proyek tersebut bernama Espai dan sudah dimulai pada musim panas 2017 ini.

Proyek Espai sendiri bukan hanya memfokuskan diri dalam pembangunan stadion. Akan tetapi sebuah proyek pembangunan kompleks olahraga terbesar yang menaungi semua cabang olahraga tim Barcelona.

Salah satunya adalah Palau Blaugrana nantinya mempunyai kapasitas sebanyak 12-12,500 penonton dan berlokasi di sebelah FCB Escola. Palau sendiri bisa dipergunakan untuk cabang bola basket, bola tangan, dan futsal di mana Barcelona memiliki timnya masing-masing. Selain itu palau yang berarti istana dalam bahasa Katalunya itu bisa dipergunakan sebagai ruang konser. Ada juga gedung Barca Campus yang diisi museum, FCBotiga, auditorium, kantor penjualan tiket dan lainnya.

Pembangunan Espai ternyata tidak mengambil tempat di satu lokasi saja, sebab pembangunan Estadi Johan Cruyff yang mengambil tempat di Sant Joan Despi. Estadi Johan Cruyff ini sebagai pengganti Mini Estadi yang harus dihancurkan demi memperlancar pembangunan New Camp Nou. Estadi Johan akan dipakai oleh tim sepak bola wanita dan juga tim Barca B, sama seperti Mini Estadi.

Tidak heran biaya pembaharuan Camp Nou memiliki bugdet sebesar 400 juta euro atau setara Rp6,3 triliun ditambah Rp3,1 triliun untuk pembangunan Palau, Estadi Johan Cruyff dan lainnya.

Pembiayaan

Dengan budget maha besar itu sangat sulit diwujudkan jika sepenuhnya bergantung kepda finansial klub. Oleh karenanya direksi mempertimbangkan segala kemungkinan, termasuk menjual hak nama kepada sponsor.

“Aspek finansialnya sangat sederhana. Kami pernah mengatakannya pada referendum 2014 ketika kami mempersentasikannya, bahwa sepertiga budget datang dari penjualan nama stadion dan sepertiga lainnya dari pinjaman bank. Sedangkan sisanya dari pemasukkan yang akan kami peroleh [dari pemasangan iklan sponsor],” ujar Josep Maria Bartomeu.

“Kami menguji pasar dengan hak penamaan stadion dan itu akan memberikan lebih banyak uang dari yang awalnya kami perkirakan. Itu membuat kami senang sebab ketika kita meminjam ke bank, kita tidak harus meminjam banyak-banyak.”

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.