Joan Laporta Dukung Upaya Pemakzulan Presiden Barcelona

74

Joan Laporta mendukung upaya Agusti Benedito untuk menjungkalkan presiden FC Barcelona Josep Maria Bartomeu.

Saat ini Bartomeu dalam sorotan publik Camp Nou karena merasa banyak kebijakannya yang tidak tepat dan kericuhan di bursa transfer musim panas kemarin. Seperti diketahui, Barcelona terpaksa melepas Neymar ke Paris Saint-Germain setelah klausul buyout-nya sebesar Rp 3,5 triliun ditebus.

Tidak lama kemudian Barca mengejar Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund namun dengan harga yang sangat tinggi dan menjadikan pria asal Perancis itu sebagai pesepak bola termahal kedua sepanjang sejarah sepak bola, setelah Neymar.

Lalu kebijakan soal pelepasan pemain-pemain muda ke akademi La Masia, yang menurut banyak pihak memiliki prospek luar biasa di masa mendatang.

Atas alasan-alasan tersebut dan lainnya, Agusti Benedito mengumpulkan minimal 15 persen atau sekitar Rp16.750 suara socios (anggota resmi klub) untuk mengajukan mosi tidak percaya di Rapat Tahunan.

“Sebagai socio, saya orang ke-15.142 yang menandatangani petisi #VotedeCensura2017. Klub ini dimiliki oleh socios,” tulis Laporta di akun jejaring sosial Twitter miliknya, @JoanLaportaFCB.

Perseteruan Internal Barcelona

Nama Joan Laporta tidak bisa dipisahkan dengan perselisihannya melawan presiden Barcelona sebelumnya, Sandro Rosell.

Seperti diketahui, Rosell menuduh Laporta telah melakukan korupsi sehingga naik ke meja hijau. Sebelum kemudian hakim menyatakan sang mantan presiden dan jajarannya tak terbukti melakukannya.

Ketika Rosell menyatakan mundur sebagai presiden, Bartomeu selaku wakil, mengklaim sebagai pemegang puncak kepemimpinan berikutnya. Tetapi setelah mendapatkan tekanan, Bartomeu mengadakan pemilihan presiden, yang diikuti Joan Laporta, Toni Freixa dan Agusti Benedito.

Walau kalah, ternyata mantan pengacara tersebut masih berani mengajukan diri di pemilihan presiden berikutnya, karena merasa saat ini Blaugrana telah kehilangan arah.

“Jika direksi mengundurkan diri, saya pastinya akan turut serta dalam pemilihan presiden,” Ujar Laporta kepada The Guardian, Juli silam.

“Kami meninggalkan Barcelona terbaik sepanjang sejarah kepada mereka [Sandro Rosell dan Josep Maria Bartomeu]. Sementara mereka menghabiskan waktu untuk merusaknya.”

“Barcelona telah diculik. Telah menjadi sandera pembuaian, manipulasi dan kebohongan-kebohongan, dan itu menyedihkan,” tegas Laporta.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.