Girona FC: Si Tetangga Berisik Barcelona ?

Pablo Maffeo pemain muda yang mencari nama bersama Girona | PHOTO: Twitter / @pablomaffeo
316

Hari pembukaan La Liga 2017/18 telah berakhir pagi tadi setelah Sevilla ditahan imbang oleh Espanyol dengan skor 1-1. Total 13 gol diciptakan delapan klub di lima pertandingan hari pertama La Liga dengan Alaves, dan UD Las Palmas menjadi dua tim yang mandul. Alaves kalah dari Leganes 1-0, dan Las Palmas ditundukkan Valencia dengan skor yang sama. Namun, lampu sorot layak diberikan kepada klub debutan La Liga, Girona FC. Mereka bukan hanya menahan imbang langganan UEFA Champions League, Atletico Madrid tetapi juga unggul dua gol lebih dulu sebelum harapan mendapat tiga poin dibuyarkan oleh Angel Correa dan Jose Jimenez.

Meski gagal meraih kemenangan, Girona FC memiliki catatan positif melawan Atletico Madrid. Bukan hanya dari skor, tapi juga permainan. Menurut FOTMOB, anak-anak asuh Pablo Machin berhasil mengungguli Torres, Koke, dan kawan-kawan dalam berbagai hal. Mulai dari penguasaan bola (53%:47%), akurasi operan (84%:78%), dan jumlah tembakan akurat (6/13:3/9). Antoine Griezman bahkan sampai menunjukkan rasa frustasinya saat Gorka Iraizoz yang menjaga gawang Girona menghalau ruang geraknya. Meski mantan penjaga gawang Athletic Club itu sedikit menyentuh Griezmann, pemain andalan Atletico Madrid terjatuh secara berlebihan, dan mendapatkan kartu kuning karena simulasi diving.

Seperti melewatkan El Clasico pertama di Supercopa de Espana, alias Piala Super Spanyol, Griezmann protes keputusan wasit Juan Martinez, dan mendapatkan kartu kuning kedua. Sama seperti Cristiano, hanya kurang sebuah dorongan. Tingkah Griezmann bukanlah sesuatu yang wajar karena sepanjang karirnya, dirinya belum pernah diusir dari lapangan, dan hanya mengantongi 20 kartu kuning dalam kurun tiga tahun bersama Atletico Madrid. Jadi sebenarnya klub seperti apakah Girona FC sampai bisa melakukan hal seperti ini?

http://estaticos.marca.com/imagenes/2011/11/05/futbol/equipos/sevilla/1320489081_extras_mosaico_noticia_1_g_0.jpg
Ibusuki Hiroshi pemain asing pertama Girona datang pada 2009 | PHOTO: Marca

Girona memiliki sejarah panjang yang dimulai dari 1930, mereka bahkan sebenarnya sudah berdiri sejak 1920-an dengan nama Unio Esportiva Girona. Namun karena masalah ekonomi, klub tersebut dibubarkan. Tak lama kemudian barulah lahir Girona FC yang kita ketahui saat ini. Memulai perjuangan dari divisi tiga saat itu, Girona hanya butuh waktu lima tahun sejak berdiri untuk merasakan gelar juara pertama mereka. Percepatan ke 2010, setelah malang melintang di divisi tiga, empat, bahkan regional, Girona akhirnya memantapkan status mereka sebagai klub Segunda, atau divisi dua setelah bertahan selama tiga tahun di sana. Jelang musim baru dimulai, 72% kepemilikan klub berpindah tangan ke tiga warga lokal. Mereka adalah Ramón Vilaro , Joaquim Boadas, dan Josep Delgado.

Tiga sosok ini dikenal sebagai pemilik yang peduli pada klub mereka, dan tak ragu untuk melakukan intervensi ataupun perubahan jika ada hal mendesak. Pada 2011 contohnya, mereka meminta pemerintah kota menambah suntikan dana kepada klub, dan mendapat persetujuan. Setelah itu Girona membangun tempat latihan, dan tiga sosok tersebut meningkatkan nilai kontrak para pemain. Dari yang awalnya memiliki klausul pelepasan rata-rata di angka 300.000 Euro, diamankan menjadi satu sampai tiga juta untuk tiap pemain.

Memperbaiki fasilitas, mengamankan pemain, dan berhasil seimbangkan neraca keuangan, Delgado kemudian melepas Girona ke TVSE Football setelah Francisco Sandaza dan kawan-kawan mencatatkan sejarah duduk di posisi tertinggi dalam eksistensi klub, peringkat tiga Segunda Liga. Harga Girona dirahasiakan, akan tetapi besar saham TVSE dibuka ke publik. Perusahaan yang dimiliki oleh dua mantan petinggi Canal+, Jean-Louis Dutaret, dan Samir Boudjemaa memegang 80% saham Girona, sementara Delgado tetap memiliki 12% dari klub. Namun TVSE tidak bertahan lama di Girona.

Si Tetangga Berisik
http://files.proyectoclubes.com/girona/201608/662x372c_14185519img_4o44vh.jpg
Pemenang lomba tiket nonton langsung Manchester City dari Girona | PHOTO: Girona FC

Setahun setelah membeli Girona, Jean-Louis Dutaret, dan Samir Boudjemaa menjual hak kepemilikan mereka ke Media Base Sport milik Pere Guardiola (55%), dan Jaume Roures (45%). Berbagai media asal Inggris, dari Squawka, Telegraph, hingga Outside The Boot yakin bahwa Girona merupakan cara Manchester City untuk memastikan Pep Guardiola datang ke Etihad Stadium pada musim panas 2016. Manchester City sudah undang beberapa teman dekat Pep saat melatih FC Barcelona untuk kembali bekerja di balik layar bersama dirinya lagi, seperti Txiki Begiristain. Membangun kerja sama dengan saudara kandung mantan pemain AS Roma itu, akan mengunci tanda tangan Pep di Etihad!

Kerja sama Girona dan Manchester City dimulai sejak 2015, dan musim ini hubungan erat mereka mulai terlihat jelas. Bukan hanya The Citizens meminjamkan talenta-talenta mudanya ke Girona, tim asuhan Pablo Machin itu juga menjalani pemusatan latihan di kompleks Manchester City. Pemusatan latihan di Manchester bagai sebuah balasan dari Girona yang tahun lalu sempat disambangi Pep Guardiola ketika berlatih.

Dengan sokongan Pere, Pep, dan City Football Group (CFG), Girona bisa mengusik dominasi FC Barcelona di Catalunya. Mungkin tidak satu, atau dua tahun lagi. Tapi kini mereka sudah mulai terbentuk jadi tetangga yang berisik untuk Blaugrana. Seperti The Citizens di mata Manchester United beberapa tahun lalu.

Merendah Untuk Meroket
https://pbs.twimg.com/media/DHoNrOdWAAAOvGP.jpg
Harga Stuani dirahasiakan | PHOTO: Twitter / @CristhianStuani

Kejelasan apakah CFG sudah jadi pemilik Girona masih simpang siur. Namun, aliran dana dari Abu Dhabi mulai mengalir ke Montilivi, stadion berkapasitas 13.000 penonton milik Girona. Marca bahkan menyebut pembelian Cristhian Stuani dari Middlesbrough sebagai “yang pertama pada era CFG”. Dengan Txiki jadi pemeran kunci dalam negosiasi kedatangan pemain yang mencetak brace di laga debutnya tersebut.

Kedekatan Girona dengan Manchester City sempat membuat bek asal Belgia, Jason Denayer kesal. Pasalnya ia dihalangi The Citizens untuk pindah, padahal Olympique Lyon meminati diriya. ““Mereka menolak Lyon, padahal tim tersebut adalah salah satu contoh di mana saya ingin bermain. Manchester City hanya ingin melepas saya dengan status pinjaman,” Jelas Denayer. Salah satu klub yang disarankan ke Denayer adalah Girona.

Direktur Olahraga Girona FC Quique Parcel tak menepis keterlibatan Manchester City dalam klubnya. Melainkan bangga bisa bekerja sama dengan Txiki. Tapi, Parcel tidak ingin menghambur-hamburkan uang seperti saudara Girona di Inggris. Kepada L’Esportiu de Catalunya, Parcel mengaku bahwa Girona memiliki anggaran sebesar 45 juta Euro untuk musim ini. Tapi ia hanya berencana menggunakan lima sekian juta dari uang tersebut. “Ada banyak fasilitas lain yang perlu mendapatkan perhatian. Jadi mungkin 5,2 atau 5,3 juta Euro. Kita tak boleh lupa diri,” Kata Parcel.

Sejauh ini, Girona telah mengeluarkan setidaknya 12 pemain, dan memecahkan rekor transfer mereka untuk bek Middlesbrough, Bernardo Espinosa seharga 4,5 juta Euro. Selain lima pemain pinjaman, dan kontrak untuk para pemain bebas agen, Girona merahasikan dana transfer Stuani, dan Farid Boulaya. Namun, Parcel meyakinkan L’Esportiu de Catalunya bahwa Girona siap menjalani musim pertama mereka di La Liga dengan dana yang ada. “Bagaimana jika dana itu [+/-5.200.000 Euro] tak cukup dan membuat pelatih dipecat?”.

“Saya akan berbohong jika mengatakan rencana awal kami di atas 20 juta Euro,” Jawab Parcel ke L’Esportiu.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.