Sang Perantau: Ezra Walian

Terus Berjuang di Belanda

Ezra ketika bela Almere City melawan Go Ahead Eagles | PHOTO: Almere City
902

Ezra Harm Ruud Walian merupakan seorang penyerang kelahiran Amsterdam, Belanda yang baru saja menjadi warga negara Indonesia (WNI) pada 20 Maret 2017. Naturalisasi Ezra sudah mulai diperbincangkan sejak akhir 2016. Saat itu dirinya sedang berlibur di Indonesia, dan diundang oleh Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) untuk ikut dalam pertandingan latihan.

Seusai laga, Ezra mengatakan bahwa dirinya ingin membela Indonesia. “Saya datang untuk berlibur, kebetulan tepat setelah Indonesia berlaga di Piala AFF. Mimpi saya adalah membela tim nasional Indonesia,” Ujarnya pada Indosport (29/12/16).

Pada kesempatan itu, Ezra juga bertemu, dan berfoto bersama Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. Walaupun sempat tak ingin bicara banyak tentang naturalisasi Ezra, Edy Rahmayadi tak menutup kemungkinan. Akhirnya, Ezra menjadi WNI tiga bulan kemudian.

Saat pertama menjadi WNI, Ezra masih berstatus pemain Jong Ajax, tim divisi dua Belanda yang merupakan bagian dari salah satu klub terbesar di Negeri Kincir Angin. Namun, kontrak Ezra tidak perpanjang oleh Ajax untuk musim 2017/18. Ia-pun mencari klub lain di daratan Benua Biru.

Wide Putra selaku agen Ezra mengatakan kliennya tidak akan bermain di Indonesia, ataupun klub Asia, dan Amerika. Ia masih mencoba peruntungan di Eropa. Dirinya bahkan sempat dicoba oleh klub Premier League West Ham United. Tapi pada akhirnya, Ezra bertahan di Belanda bersama dua pemain naturalisasi lainnya, Jhon van Beukering (MASV Arnheim), dan Ruben Wuarbanan (Germania Groesbeek).

Ezra menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang bermain di divisi profesional Belanda. Sementara dua nama lain masih ada di level kompetisi amatir, dan satu pemain naturalisasi lainnya, Stefano Lilipaly yang sebelumnya juga bermain di Negeri Kincir Angin telah hengkang ke Bali United.

Setelah menjadi WNI, Ezra juga jarang dipanggil ke dalam tim nasional. Tidak masuk ke dalam tim rancangan Pelatih Luis Milla, ia kini fokus membela Almere City di divisi dua Belanda. Melalui situs resmi klub, Almere City mengakui Indonesia sebagai negara yang gemar sepak bola, dan menganggap Ezra sebagai sosok pahlawan di Asia yang akan sangat berguna bagi tim.

“Ezra adalah pemain berpotensi besar. Ia memiliki status pahlawan di Asia, dan memiliki banyak opsi selain tim ini. Namun keputusannya memilih Almere City menunjukkan ambisinya untuk terus berkembang,” Kata Direktur Manajer Almere John Bes.

RAPOR 2017/18

Bersama Almere City, Ezra lebih banyak digunakan sebagai pemain rotasi. Ia beberapa kali menjadi penyelamat tim. Namun Pelatih Jack de Gier jarang menggunakan jasanya selama 90 menit penuh. Berikut rapor Ezra pada musim 2017/18 bersama Almere City*:

*rapor akan terus diperbaharui setiap pekan pertandingan

Leave A Reply

Your email address will not be published.