REVIEW Segunda Division: Asturian Derbi

1-1

Ketika gol penyeimbang itu datang | PHOTO: Twitter / @RealOviedo
101

Sabtu (09/09), kedua rival sekota yang terpisah selama 14 tahun kembali bertemu. Sporting Gijon yang gagal mempertahankan posisinya di La Liga menjamu Real Oviedo di El Molinon. Sporting menerapkan pola 4-2-3-1 dengan Stefan Scepovic sebagai penyerang tunggal, sementara Real Oviedo menduetkan Toche dengan Yaw Yeboah di depan. 4-2-3-1 melawan 4-4-2 di atas kertas.

Pertandingan dimulai dengan sepak mula dari tim tamu. Permintaan Jose Aquela kepada anak-anak asuhnya main tenang cukup nampak di awal. Tapi hal itu hanya bertahan di 10 menit pertama pertandingan. Kesalahan kecil dari penjaga gawang, Juan Carlos seakan menurunkan rasa percaya diri Real Oviedo. Carlos mendapat operan dari rekan satu timnya, tapi ketika ia ingin mengembalikan bola pemain Sporting menutup ruang gerak. Panik, Carlos membuang bola keluar lapangan.

Hal itu terjadi setelah dua menit pertandingan. Meski pemain-pemain lain berusaha memainkan bola datar, para bek yang berada di dekat Carlos mulai tidak tenang. Umpan-umpan lambung mulai dilepaskan. Padahal, di saat yang sama, Sporting Gijon juga belum menemukan permainan terbaiknya.

Tidak tenang di daerah sendiri, mereka memberikan tendangan bebas untuk Sporting. Michael Santos dilanggar di daerah potensial. Carlos Carmona yang menjadi eksekutor tanpa ragu melepas tendangan langsung ke arah gawang. Juan Carlos gagal mengamankan bola, yang kemudian diambil oleh bek Sporting, Alex Perez. Pemain yang awalnya maju untuk menyambut bola Carmona itu berbalik melepas umpan ke kotak penalti, dan disambut oleh kepala eksekutor tendangan bebas.

Carmona membawa Sporting Gijon unggul 13 menit setelah laga dimulai, dan sejak saat itu tuan rumah main dengan nyaman. Satu-satunya peluang yang dihasilkan tim tamu lahir dari Toche. Kapten Real Oviedo tersebut melepas tendangan keras dari sisi kiri penyerangan. Tapi sepakannya yang mengincar tiang jauh masih sukses ditepis oleh Diego Marino. Satu peluang Oviedo lainnya muncul sebelum turun minum melalui tendangan bebas. Tapi lagi-lagi Marino berhasil mengamankan bola.

Ambil Alih Permainan

Pada babak kedua, kondisi berbalik. Kini Real Oviedo tampil lebih agresif, dan lugas sehingga membuat para pemain Sporting kesulitan. Dengan kondisi tertinggal mereka memulai inisiatif serangan sejak detik pertama. Bahkan berhasil merebut bola sejak sepak mula babak kedua dilakukan. Tak perlu menunggu lama, peluang datang bagi Real Oviedo.

Mossa berhasil melepaskan umpan ke tiang jauh dari ujung kotak penalti. Bolanya hampir menemukan Hector Verdes, tapi karena sudut yang terlalu sempit, bek Oviedo itu gagal melepaskan sundulan. Tidak lama setelah peluang Verdes, umpan lambung ke kotak penalti kembali membahayakan gawang Sporting. Kali ini usaha dari Yaw Yeboah masih berhasil dihalau pertahanan Sporting.

Memasuki tujuh menit babak kedua berlangsung, Real Oviedo meminta penalti kepada wasit. Toche terjatuh kala berusaha menerima umpan yang datang dari sisi kiri. Tapi wasit tidak meniup peluitnya. Keputusan itu membuat Anquela keluar dari daerahnya di pinggir lapangan, dan mempertanyakan keputusan wasit. Akan tetapi, Toche terlihat tenang, dan memilih mengikat tali sepatunya ketimbang protes.

Waktu semakin menipis, dan belum mencetak gol, Anquela masukan sosok senior, Aaron Niguez. Sosok kreatif yang pernah menjuarai UEFA Euro U-19 bersama Spanyol pada 2007. Niguez masuk untuk gantikan pemuda pinjaman dari Manchester City, Yaw Yeboah. Hasilnya juga langsung terlihat.

Eksekusi sepak pojok Niguez berhasil ciptakan kemelut di kotak penalti Sporting, dan hampir bisa dikonversi menjadi gol. Sayangnya, refleks Marino masih bisa menyelamatkan gawang Sporting Gijon. Anquela tambah daya gedor tim dengan Owusu Kwabena, dan Miguel Linares. Keduanya pemain bertipikal menyerang, masuk untuk dua orang bek Real Oviedo, Christian Fernandez, serta Carlos Hernandez.

Selamatkan Harga Diri

Langkah berani diambil Anquela demi sebuah gol. Apalagi saat itu Sporting Gijon sudah mulai kembali memberi ancaman ke Real Oviedo. Michael Santos hampir gandakan keunggulan Sporting setelah memenangkan duel fisik. Memiliki bola di sisi kiri penyerangan dengan sudut sempit, Santos berusaha arahkan bola ke tiang jauh. Namun tendangannya saat itu masih melebar.

Upaya santos lainnya juga berujung kegagalan setelah ia berusaha menyundul bola kiriman tendangan bebas di tiang dekat. Tak lama kemudian, Carlos Carmona melakukan satu-dua saat menjadi algojo sepak pojok sebelum melepas tendangan ke tiang jauh. Sama seperti Santos, upaya Carmona keluar dari sasaran.

Dengan kondisi seperti itu Anquela masih mengorbankan pemain bertahannya untuk memberikan ruang kepada penyerang baru. Untung pada akhirnya perjudian itu berhasil. Gempuran dari Real Oviedo ciptakan kemelut di kotak penalti Sporting, dan Toche ada di posisi yang tepat untuk menyambut bola. Tendangannya Sang Kapten berhasil samakan kedudukan menjadi 1-1. Ia kemudian melepas ban kaptennya, dan mengangkatnya ke tribun suporter sebagai selebrasi. Gol Toche adalah sepakan pertama yang berhasil menembus gawang Sporting pada musim ini.

Gagal mempertahankan keunggulan, Manajer Sporting Paco Herrera menarik Santos untuk Alex Lopez. Hal ini dilakukan untuk mengamankan satu poin yang sedang mereka miliki. Hal itupun akhirnya diraih Herrera. Tetapi semua tak lepas dari permainan Oviedo setelah menyamakan kedudukan. Usai Toche membuat skor kembali imbang, para pemain Real Oviedo seperti ada di dalam dilemma. Mereka terlihat mau menyerang, namun takut untuk menekan seperti saat tertinggal. Skor 1-1 berakhir hingga peluit panjang dibunyikan.

Di Luar Dugaan
https://pbs.twimg.com/media/DJSuv2OXkAAh0v1.jpg
Suporter bentrok dengan polisi sebelum laga | PHOTO: Twitter / @casadelfutbol

Jelang pertandingan, kedua manajer saling memuji satu sama lain. Mengatakan bahwa lawan mereka adalah tim hebat. Herrera bahkan mengaku bahwa dirinya bersahabat dengan Anquela. Tapi semua itu dilupakan ketika kedua tim bertemu. Meski Herrera merasa dirinya berhubungan baik dengan Anquela, kedua suporter tetap tak saling menyukai.

Sebelum pertandingan Casa del Futbol M+ selaku salah satu pemegang hak siar melaporkan bahwa ada bentrok antara polisi dengan suporter Sporting. Sementara bis dari Real Oviedo dilempari botol. Pelemparan botol juga sempat terjadi saat pertandingan, tapi untungnya tidak merusak jalannya pertandingan. Belum lagi ditambah geliat Herrera, dan Anquela yang sama-sama mempertanyakan wasit saat berlangsungnya laga.

Kedua pihak tidak membahas tentang kepemimpinan wasit saat konfrensi pers. Namun Anquela angkat bicara soal pelemparan botol yang dialami timnya. Tak disangka, sosok 59 tahun itu tidak menunjuk hidung suporter rival. “Saya begitu takut sebelum pertandingan,” Akunya. “Tapi banyak orang gila di luar sana. Bukan berarti mereka adalah suporter Sporting. Asturias adalah tempat yang begitu indah, dan ini adalah pengalaman yang hanya bisa kita rasakan,” Katanya kepada La Voz.

Kecewa di Kandang

Meski gagal meraih tiga poin di kandang sendiri, Paco Herrera memastikan masa depan timnya cukup cerah. Akan tetapi Ia juga melihat masih ada kelemahan yang perlu diperbaiki Scepovic, dan kawan-kawan. “Kami seperti terlihat bingung. Bagaimana bisa hal ini terjadi setelah babak pertama yang menjanjikan?,” Tutur Paco Herrera. “Tapi kami akan belajar, dan tumbuh dari pengalaman ini. Saya kecewa karena tidak tahu cara untuk mengantisipasinya. Kini yang pasti kami masih tak terkalahkan. Sporting Gijon adalah tim yang hebat, dan kita harus terus bermain seperti pemenang,” Lanjutnya.

Sama seperti Paco Herrera, Stefan Scepovic juga mengaku kecewa gagal meraih tiga poin. Meski berstatus sebagai pemain pinjaman, Ia merasa tiga poin di kandang melawan rival adalah suatu kewajiban. “Kami sudah sempat memegang tiga poin. Melakukan segalanya untuk meraih kemenangan dalam derby ini. Apalagi dengan publik sendiri menyaksikan,” Aku Scepovic kepada La Voz.

Pemain milik Getafe itu mengatakan bahwa semua pemain di ruang ganti merasa mereka kehilangan dua poin dari laga ini. Hasil imbang membuat Sporting Gijon ada di posisi dua klasemen sementara dengan delapan poin. Mereka terpaut dua poin dari Cadiz di posisi puncak, dan masih bisa digeser Real Valladolid, Tenerife, Leonesa, dan Numancia. Tiga dari empat tim tersebut baru jalani pekan keempat Segunda hari ini (10/09), Numancia jadi yang terakhir bermain karena baru akan tandang ke Reus, tengah pekan mendatang (12/09).

Nilai Pertandingan:

Permainan jalan seimbang? YA.

Tempo tinggi? STANDARD.

Hujan Gol? TIDAK.

Gol Indah? TIDAK.

Penuh Intensitas? YA.

Penuh Drama? YA.

Nilai Akhir: 3.5/5

*Nilai pertandingan diberikan setiap review atau tinjau ulang. Setiap aspek memiliki satu poin, kecuali aspek gol. Masing-masing dari aspek gol dinilai setengah. Sementara nilai drama dinilai dari kejadian di luar pertandingan. Intensitas dinilai dari kejadian di dalam lapangan.*

You might also like More from author

1 Comment

Leave A Reply

Your email address will not be published.